TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), sukses memproduksi ribuan unit produk makanan beku dalam kegiatan praktikum mata kuliah Teknologi Industri Makanan.
Praktikum ini merupakan bagian dari pembelajaran pengolahan industri makanan dengan metode pengawetan sistem beku.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara teknis bagaimana membekukan makanan, tetapi juga memahami secara menyeluruh proses manajemen penyimpanan (storage management), teknik pembekuan yang tepat, pelabelan (labeling), serta perhitungan daya simpan produk.
Prosedur pembekuan makanan yang tepat menjadi salah satu fokus utama dalam praktikum ini. Tahapan yang dipelajari dan dipraktikkan mahasiswa meliputi.
Pemilihan dan Persiapan Bahan Baku, Bahan makanan harus segar dan berkualitas. Pemotongan dilakukan seragam untuk memastikan pembekuan merata.
Blansir, Untuk beberapa jenis bahan seperti sayuran, dilakukan proses blanching (perebusan singkat) untuk menghentikan aktivitas enzim dan menjaga warna serta tekstur.
Pendinginan Awal, Produk yang telah diolah didinginkan terlebih dahulu agar tidak merusak suhu ruang pembeku.
Pembekuan cepat, Produk dimasukkan ke dalam ruang pembeku bersuhu -18°C atau lebih rendah.
Teknik ini menjaga struktur sel makanan agar tidak rusak dan memperpanjang umur simpan.
Pengemasan Kedap Udara, Produk dibungkus dengan kemasan kedap udara atau vakum untuk mencegah kontaminasi dan freezer burn.
Labeling dan Penyimpanan, Produk diberi label berisi nama produk, tanggal produksi, tanggal kedaluwarsa, dan informasi nilai gizi. Penyimpanan dilakukan secara sistematis di dalam freezer dengan kontrol suhu yang konsisten.
Berbagai jenis makanan beku yang dihasilkan antara lain nugget ayam, risoles, empek empek hingga olahan berbasis sayur. Mahasiswa bertanggung jawab atas proses produksi secara end-to-end, dari perencanaan produk hingga distribusi terbatas.
“Kegiatan ini sangat penting karena memberi mahasiswa pengalaman langsung dalam dunia industri makanan modern, termasuk bagaimana menjaga mutu dan keamanan produk selama proses pembekuan,” ujar Yusrianti, S.Sn., M.Pd., dosen pengampu mata kuliah Teknologi Industri Makanan, Selasa, 1 Juli 2025.
Hasil produksi makanan beku ini juga dimanfaatkan sebagai bahan uji coba pasar terbatas dan kegiatan sosial, serta menjadi bentuk nyata penerapan keterampilan mahasiswa di lapangan.
Prodi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang terus berkomitmen untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri pangan, khususnya dalam bidang pengolahan dan pengawetan makanan. (ibe)

















