Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Enrekang

Diduga Fitnah Wartawan, Organisasi Kewartawanan Ancam Somasi Pj Kades Cendana

×

Diduga Fitnah Wartawan, Organisasi Kewartawanan Ancam Somasi Pj Kades Cendana

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE, ENREKANG — Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Enrekang, Zulfikar berang dengan dugaan fitnah yang dilontarkan Saharuddin selaku Sekcam kecamatan Cendana yang juga penjabat kades Cendana kepada Yudi Hanreng dari media online Fakta1. Jika Yudi telah meminta uang Rp 10 Juta ke Pj Kades Cendana atas perintah dari seorang anggota kepolisian di Polres Enrekang.

“Saya mendapat info dari rekan media, jika Yudi Hanreng telah meminta uang ke pj Kades Cendana, dan ini langsung saya klarifikasi ke Yudi. Karena ini mencederai profesi wartawan,”Sesal Zulfikar.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Yudi yang juga anggota IWO, saat diklarifikasi mengaku kaget telah difitnah.

“Kenapa bisa saya disebut minta uang, apalagi dibilang saya diperintah polisi. Saya tidak terima.”

Bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Enrekang, IWO juga meminta klarifikasi terlebih dulu ke anggota Polisi yang namanya ikut terbawa, Anggota polisi inisial K tersebut ikut kesal dan mengaku tidak pernah menyuruh wartawan minta uang ke Saharuddin pj kepala desa Cendana.

Humas PWI Enrekang, Sri Yanti Ningsih klarifikasi langsung ke Pj. Kades Cendana melalui telepon selulernya menanyakan maksud Saharuddin dengan ucapannya tersebut.

“Apa maksud bapak mengatakan jika Yudi meminta uang atas perintah polisi. Ada dua profesi yang bapak cederai yaitu wartawan dan kepolisian, jika ini fitnah ini bisa bahaya ke bapak. Tentu kami akan tempuh jalur hukum,” ucap Sri.

Saharuddin, mengaku tak ada niat untuk membuat wartawan tersinggung karena media adalah mitra kerja.

“Saya tak ada niat seperti itu, kalau memang pernah saya ucapkan itu saya sangat minta maaf ke rekan media yang tentu adalah mitra kerja saya. Dan sama sekali saya tak pernah beri uang Rp 10 juta ke Yudi. Saya sangat minta maaf.”Jawab Saharuddin.

Rencana Saharuddin, akan mengklarifikasi juga ke wartawan inisial N yang menjadi orang pertama yang dia ceritakan “Tuduhan” ke Yudi.

Meski telah minta maaf, IWO dan PWI tetap akan menempuh jalur somasi. Dengan harapan kejadian seperti ini kedepannya tidak terulang lagi. (Andi Erna)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics