TOPNEWS1.ONLINE, PANGKEP — Adanya warga asli Papua yang saat ini berdomisili di Desa Pitue, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), dengan kondisi ekonomi terbilang tidak mampu.
Pasangan suami istri Ansar dan Yuliana Betay ini, memiliki 4 orang anak masing-masing sekiranya masih berusia dibangku sekolah dasar dan TK. Lantaran kondisi ekonomi yang tidak mampu keempat anaknya tidak disekolahkan. Namun, dengan kepedulian Kepala Desa Pitue, Muhammad Nasrul Munir yang melihat kondisi keluarga itu, berbagai upaya dilakukan untuk keempat anak tersebut tidak putus sekolah, termasuk memfasilitasi awal administrasi kependudukan keluarga tersebut.
“Keluarga itu, sebenarnya orang tuanya dulu warga asli disini. Namun pasutri ini sudah puluhan tahun merantau dan menetap di Papua, dan kembali lagi kesini dengan kondisi ekonomi yang memperhatikan, mereka buat rumah dengan ukuran 4×4 dilahan peninggalan orangtuanya dulu, miris betul kondisi mereka,”ujar Muhammad Nasrul, Selasa(09/8/2022).
Lanjut disampaikan, awalnya ayah dari keempat anak ini terlihat tengah bekerja sebagai buruh bangunan dengan membawa dua anaknya dilokasi pekerjaannya.
“Dari situ awalnya saya melihat bapak Ansar ini kerja sebagai buruh bangunan, dan ada dua anaknya yang diikutkan. Miris sekali melihat itu, anaknya yang mesti merasakan pendidikan, namun tidak disekolahkan karena alasannya adminduknya belum berdomisili disini, dan secara ekonomi tidak mampu,”terangnya.
Dari itu, Muhammad Nasrul berinisiatif berkoordinasi dengan pihak Disdukcapil Pangkep untuk proses adminduknya berdomisili tetap di Desa Pitue.
“Proses panjang telah dilalui. Pihak Disdukcapil juga bergerak cepat melakukan komunikasi secara daring dengan pihak Capil Papua. Alhamdulillah sudah dalam proses pengurusan untuk kemudian keluarga ini secara resmi adminduknya berdomisili disini,”ungkapnya.
Tidak sampai disitu, setelah urusan Adminduk tengah dalam proses. Keempat anak dari pasutri ini kemudian diupayakan untuk disekolahkan dan dibantu secara pribadi untuk keperluan kelengkapan sekolahnya. Anak pertama berusia 9 tahun, kedua berusia 8 tahun, ketiga berusia 7 tahun, dan anak keempat berusia 5 tahun.
“Alhamdulillah mulai Senin kemarin ketiga anaknya sudah mulai disekolahkan di SDN 6 Pitue, dan anak bungsunya disekolahkan di TK Mandiri desa Pitue,”jelas Muhammad Nasrul.
Ditambahkan, Selain Itu sesuai dengan Program Bapak Bupati Pangkep, dalam program Pangkep Cerdas mendorong anak untuk wajib sekolah dan berupaya mengurangi angka putus sekolah, khususnya di Kabupaten Pangkep. (*)
















