TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Surat yang beredar terkait orang tua diminta bertanggung jawab atas resiko vaksinasi anak menjadi perbincangan hangat di sejumlah group WhatsApp, Kamis, 20 Januari 2022.
Salah satunya di group WhatsApp Formasi Institute Sidrap. Dalam surat yang diupload salah satu anggota group berbunyi surat persetujuan/tidak menyetujui orang tua/wali atas vaksinasi covid-19 terhadap anak.
Dalam surat itu ada beberapa point yang pertama menyatakan saya memberikan (persetujuan/tidak menyetujui) untuk dilakukan tindakan vaksinasi covid-19 anak saya yang berusia di bawah 6-11 tahun.
Kemudian, pada point kedua yakni saya telah memahami sepenuhnya atas resiko yang dapat ditimbulkan setelah vaksinasi covid-19 terhadap anak saya tersebut.
Selanjutnya, untuk point ketiga adalah saya bertanggung jawab sepenuhnya serta melepaskan dan membebaskan pihak panitia dan penyelenggaran sentra vaksin berikut dengan tenaga media atas akibat dan resiko dari vaksinasi covid-19 yang dapat terjadi terhadap anak saya dikemudian hari.
Dari ketiga point tersebut, point ketiga yang menjadi perbincangan hangat. Seperti halnya anggota DPRD Sidrap, H Fatahuddin.
Anggota DPRD Sidrap dari partai PPP itu mengatakan, kalau hal tersebut sifatnya pemaksaan.
“Kalau saya memaknai ini apapun yanh terjadi terhadap anak yang telah di vaksin adalah tanggung jawab orang tua sama aja namanya pemaksaan. Ini harus d clearkan,” tegasnya.
H Fatahuddin menegaskan, bahwa atas nama fraksi PPP pihaknya akan meminta instansi terkait untuk mengklarifikasi terkait anjuran itu.
Tak hanya itu, dia juga menginginkan tidak menekan orang tua, terhadap vaksinasi buat anak dengan berbagai cara. (MDS/Ibe)

















