TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Enrekang menggelar pelatihan program bencana di air (Water Rescue), melalui Baznas Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Enrekang, sebagai salah satu tim relawan kemanusiaan dibidang kebencanaan tidak terlepas dari peran membantu operasi penyelamatan dan pencarian korban bencana.
Berbagai medan di darat maupun di air harus siap dihadapi oleh tim Baznas Tanggap Bencana.
Hal ini tentu saja membutuhkan kemampuan dan keterampilan khusus yang tidak main-main mengingat operasi penyelamatan yang dilakukan seringkali mempertaruhkan nyawa korban yang diselamatkan maupun nyawa tim penyelamat itu sendiri. Oleh karena itu, kemampuan dan keterampilan penyelamatan harus terus dilatih secara rutin.
Dalam rangka meningkatkan kemampuan penyelamatan tersebut, maka tim Baznas Tanggap Bencana rutin mengadakan pelatihan. Salah satunya adalah pelatihan penyelamatan di air (Water Rescue) yang telah dilakukan oleh tim Baznas Tanggap Bencana Kabupaten Enrekang pada Minggu (27/6/2021).
Kegiatan Upgrading Skill Water Rescue ini, dilakukan di kolam permandian alam Lewaja dan melibatkan seluruh tim Baznas Tanggap Bencana baik perempuan maupun laki-laki. Hal ini dimaksudkan agar seluruh tim Baznas Tanggap Bencana memiliki kemampuan dan pengetahuan yang sama terkait tindakan penyelamatan di air.
Sebelum melakukan aksi penyelamatan, hal pertama yang harus dilakukan adalah briefing, pelatihan fisik dan keselamatan diri sebagai tim penyelamat. Oleh karena itu, Alat Perlindungan Diri (APD) menjadi hal wajib yang harus dipakai dalam melakukan operasi penyelamatan, dalam operasi penyelamatan di air (water rescue), APD yang wajib dikenakan meliputi helm pelindung, jaket pelampung (life jacket) dan sepatu air (water shoes).
Penyelamatan di air umumnya dilakukan menggunakan perahu karet sehingga setiap tim Baznas Tanggap Bencana harus memiliki kemampuan mendayung perahu karet dengan cepat dan efisien termasuk mengarahkan perahu karet dengan benar untuk mendekati korban. Setelah mampu mengarahkan perahu karet dan mendekati korban, salah seorang dari tim akan terjun kedalam air untuk membawa korban mendekati perahu karet.
Dalam hal ini, tim penyelamat harus mampu menenangkan korban karena pergerakan berlebihan akibat kepanikan justru dapat membahayakan korban dan tim penyelamat. Korban yang telah dekat dengan perahu kemudian ditarik ke atas perahu secara serempak oleh tim penyelamat. Jika korban dalam keadaan pingsan, maka tim penyelamat segera memberikan tindakan pertolongan pertama untuk mengembalikan kesadaran korban. Selanjutnya korban dibawa ke daratan dan segera dilakukan tindakan medis yang diperlukan.
Melalui latihan rutin ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan tim Baznas Tanggap Bencana untuk mampu melakukan operasi penyelamatan yang aman dan benar. Dengan demikian, Baznas Tanggap Bencana dapat senantiasa memberikan pelayanan dan pertolongan terbaik kepada korban-korban bencana yang membutuhkan bantuan.
Hadir pada latihan ini, manejer program BTB Abd Rahman Wahid, Ketua Tim Kompi BTB Fadli, dan seluruh anggota tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) Enrekang. (Andi Erna)
















