Sudirman Akbar : Terkait Penggusuran di Segiri, Sejatinya DPRD Kota Samarinda Bantu warga
TOPNEWS1.ONLINE, SAMARINDA — Warga di Pasar Segiri, Kota Samarinda, menuding Walikota Samarinda, Syaharie Jaang, tak punya hati.
Tudingan tersebut dilontarkan Sekretaris Forum Komunikasi Warga Pasar Segiri (FKWPS), Sudirman Akbar, Selasa, 25 Agustus 2020.
Bukan hanya itu, menurut Sudirman, DPRD Kota Samarinda juga sejatinya hadir membantu warga terkait aksi pembongkaran rumah warga di Pasar Segiri
Sudirman mengatakan, pada intinya, warga Pasar Segiri, Samarinda, sebenarnya tidak menolak untuk digusur dari lokasi yang sudah puluhan tahun mereka tempati sehubungan dengan rencana Pemkot Samarinda menormalisasi sungai tersebut.
Hanya saja, kata Sudirman, pemkot, dalam hal ini Walikota Samarinda, Syaharie Jaang, perlu mempertimbangkan nasib warga yang digusur.
“Sekarang saya tanya, dimana hati Walikota Samarinda, Syaharie Jaang setelah penggusuran terjadi. Ingat, ada 2.000 an warga yang akan menderita karena tempat tinggalnya di bongkar paksa, tanpa biaya pengganti rugi sebelumnya, tidak ada upaya persuasif ,” kata Sudirman.
Sudirman mempertegas, warga Pasar Segiri sama sekali tidak menolak kebijakan Pemkot Samarinda tersebut. Hanya saja, kata dia, Pemkot Samarinda juga harus memberikan solusi yang terbaik.
“Ingat Pak Wali, yang bapak gusur itu adalah manusia. Mereka semua masyarakat bapak yang pantas bapak lindungi dan disejahterakan. Bukan sebaliknya, membuat kehidupan mereka susah yang sebentar lagi akan menjadi tunawisma,” papar Sudirman.
Di tengah ketidakpastian dan sakit hati itu, warga Pasar Segiri, sebut Sudirman lagi, juga mengharapkan kahadiran DPRD Kota Samarinda untuk membantu warga
“Bapak Plt Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi abdullah dan legislator lainnya. Tolong pak. Tolong buka mata dan hati bapak melihat penderitan warga Pasar Segiri, bantu mereka,” kata Sudirman
Saat ini, sambungnya, warga terdampak penggusuran rumah di Pasar Segiri membutuhkan dana relokasi yang pernah dijanjikan Pemkot Samarinda.
“Ingat, Pemkot Samarinda pernah menjanjikan warga untuk di-relokasi apabila Daerah Aliran Sungai (DAS) itu akan dinormalisasi. Mana janji itu? kenapa sekarang ini cuma di kasih dana santunan/kerohiman,” ujarnya, menutup. (rls/dm)
















