TOPNEWS1 ONLINE.SIDRAP.— fMahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin kembali menunjukkan perannya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.
Salah satu program kerja individu yang dilaksanakan berfokus pada pendampingan pencatatan keuangan sederhana bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Program ini diinisiasi oleh Zahwa Nur Kamilah, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin dari Jurusan Akuntansi. Kegiatan pendampingan dilaksanakan di salah satu UMKM di Kelurahan Majjelling, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, dan berlangsung selama masa pelaksanaan KKN-T Inovasi Daerah Gelombang 115.
Tujuan utama dari program kerja ini adalah membantu pelaku UMKM dalam mengontrol keuangan usaha serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data keuangan yang lebih terstruktur. Dalam pelaksanaannya, Zahwa memberikan pendampingan langsung dengan memperkenalkan metode pencatatan sederhana, seperti pembukuan harian pemasukan dan pengeluaran, serta penyusunan laporan keuangan bulanan sebagai bahan evaluasi usaha.
Sebagai mahasiswa yang terjun langsung ke masyarakat, Zahwa Nur Kamilah menyadari bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi UMKM adalah lemahnya sistem pencatatan keuangan. Banyak pelaku usaha masih mengandalkan ingatan atau catatan yang tidak terstruktur, sehingga menyulitkan mereka dalam mengetahui kondisi keuangan usaha secara pasti.
Melalui program kerja individu ini, Zahwa memperkenalkan sistem pencatatan keuangan yang mudah dipahami dan dapat diaplikasikan tanpa memerlukan perangkat maupun aplikasi yang rumit. Dalam praktiknya, ia mengajarkan cara mencatat setiap transaksi harian—baik pemasukan maupun pengeluaran—ke dalam spreadsheet, yang kemudian dikompilasi menjadi laporan bulanan.
Dengan metode tersebut, pelaku UMKM dapat mengetahui kondisi usaha secara lebih jelas, termasuk apakah usaha mengalami keuntungan atau kerugian, serta dapat merencanakan strategi pengembangan usaha berdasarkan data keuangan yang nyata dan terukur.
Salah satu pelaku UMKM di Kelurahan Majjelling, Hanun Burger, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
“Setelah dijelaskan cara pencatatan keuangan, saya jadi sadar kalau ini memang penting. Dengan mencatat, saya bisa tahu uang masuk dan keluar usaha saya, jadi tidak tercampur dan lebih mudah dikontrol,” ucapnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Pelaku UMKM merasa terbantu karena pencatatan keuangan sederhana memberikan gambaran nyata tentang kondisi usaha mereka. Selain itu, program ini juga meningkatkan kesadaran bahwa pengelolaan keuangan yang baik merupakan salah satu kunci keberhasilan dan keberlanjutan usaha.
Bagi Zahwa Nur Kamilah, kegiatan ini tidak hanya sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa kepada masyarakat. Ia berharap, dengan bekal pengetahuan praktis tentang pencatatan keuangan, UMKM di Kelurahan Majjelling dapat berkembang lebih profesional dan berkelanjutan.
Melalui program kerja ini, terlihat jelas bahwa kehadiran mahasiswa KKN-T mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Pencatatan keuangan sederhana menjadi langkah kecil namun signifikan dalam mendukung keberlanjutan UMKM lokal di Kabupaten Sidrap, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat.(So)
















