Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaNewsPANGKEP

Warga Keluhkan Aktivitas Penambangan Pasir Ilegal di Segeri

×

Warga Keluhkan Aktivitas Penambangan Pasir Ilegal di Segeri

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE, PANGKEP — Warga di kelurahan Bonto Matene, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) keluhkan aktivitas penambangan pasir di sungai yang diduga ilegal.

Pasalnya, warga yang memiliki kebun dekat dari lokasi penambangan tersebut, khawatir akan berdampak pada terjadinya abrasi dan longsor.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Pantauan Topnews1.online, Kamis 3 Februari 2022. Dilokasi sungai diwilayah tersebut memang adanya aktivitas penambangan pasir, dan juga tidak ada papan nama perusahaan tambang disekitar beroperasinya mesin disel yang menyedot pasir, bahkan tampak beberapa truk juga berada ditepi bantaran sungai yang jadi lokasi penambangan yang sangat dekat dengan permukiman warga sekitar.

Salah seorang pemilik kebun, Burhan yang berada disekitar tambang pasir itu mengeluhkan aktivitas penambangan liar itu. Lantaran, merusak bantaran sungai sehingga bisa berakibat longsornya perkebunan milik warga sekitar.

“Dengan adanya tambang pasir tersebut, berpotensi merusak bantaran sungai di sekitarnya. Sehingga kebun masyarakat di sekitarnya terancam. akibat bekas galiang yang sangat dalam,”bebernya.

Lanjut dikatakan, bahwa penambangan pasir itu sudah sering terjadi, sejak beberapa tahun lalu, sempat terhenti. Namun kini kembali lagi beroperasi.

“Pernah terhenti, tetapi ini beroperasi lagi. Dampaknya itu, apalagi jika air laut  pasang hingga ke lokasi tambang, maka air tersebut tertinggal di lokasi tambang, meskipun air laut sudah surut, tetapi air sungai  disitu tidak dapat lagi digunakan untuk mengairi tanaman palawija di sekitarnya karena airnya sangat asin,”ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dugaan tambang liar itu diduga diback up langsung salah seorang oknum yang memiliki pengaruh besar di daerah. Sebab masyarakat sekitar sejak awal tidak pernah setuju adanya aktivitas penambangan liar di sungai.

“Tambang ini sebenarnya sudah sering beraktivitas sejak beberapa tahun yang lalu dan tidak pernah mendapat restu dari kami yang memiliki lahan kebun di sekitarnya, karena kami memahami bahwa itu merusak lingkungan, justru saya memastikan bahwa pasti ada oknum yang terlibat dibelakangnya,”ungkapnya.

Terpisah Lurah Bonto Matene, Kecamatan Segeri, Hamka membenarkan adanya aktivitas penambangan pasir di wilayahnya itu.

“Aktivitas penambangan pasir di lokasi itu memang diketahui. Tetapi, selama ini juga tidak ada keluhan warga yang sampai ke kami. Dan juga persoalan izinnya kami juga tidak tahu,” katanya. (*)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics