TOPNEWS1.ONLINE.SIDRAP,— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan briket biomassa berbasis limbah kayu dan tongkol jagung di Desa Teppo, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Selasa 13 Januari 2026.
Kegiatan ini merupakan program kerja individu mahasiswa KKN-T Gelombang 115 atas nama Anugrah Febriantri Utami, yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah biomassa menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai guna.

Program tersebut bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dalam mengolah limbah pertanian dan pertukangan, seperti limbah kayu dan tongkol jagung, agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ekonomis dan berkelanjutan.
Selain bersifat teknis, kegiatan ini juga mengedepankan aspek edukatif dengan memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan limbah serta pemanfaatan energi terbarukan.
Kegiatan diawali dengan sesi edukasi mengenai pengelolaan limbah hasil pertanian secara berkelanjutan. Pada sesi ini, masyarakat diberikan pemahaman tentang dampak negatif yang dapat ditimbulkan apabila limbah pertanian tidak dikelola dengan baik, seperti penumpukan sampah organik dan praktik pembakaran terbuka.
Anugrah menjelaskan bahwa pembakaran limbah secara terbuka dapat menyebabkan pencemaran udara serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, pemanfaatan limbah menjadi briket dinilai sebagai solusi yang lebih aman dan ramah lingkungan.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari warga Desa Teppo yang turut hadir dan aktif memberikan pendapat terkait pengolahan limbah pertanian. Setelah sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan praktik pembuatan briket ramah lingkungan. Dalam sesi ini, masyarakat terlibat langsung dalam setiap tahapan produksi, mulai dari pembuatan bahan perekat, pencampuran bahan, proses pencetakan, hingga penjemuran briket yang telah terbentuk.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, bahkan beberapa peserta menyampaikan ketertarikan untuk mengembangkan usaha kecil berbasis briket. Ketertarikan tersebut didorong oleh berbagai keunggulan briket biomassa, seperti ketersediaan bahan baku yang melimpah, biaya produksi yang relatif rendah, serta daya bakar yang stabil dan tahan lama. Warga menilai briket ini berpotensi menjadi alternatif bahan bakar yang lebih ekonomis dibandingkan arang konvensional.
Suasana diskusi berlangsung aktif dengan banyaknya pertanyaan dan tanggapan dari peserta, menandakan program ini mendapat respon positif dari masyarakat setempat.
Kepala Dusun I Desa Teppo, Suardi, mengungkapkan ketertarikannya terhadap inovasi tersebut.
“Saya sangat tertarik dengan briket ramah lingkungan ini karena asap yang dihasilkan sangat minim dan panasnya bisa bertahan lebih lama dibandingkan bahan bakar biasa,” ujarnya.
Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat desa memiliki kesiapan dan semangat untuk berubah apabila diberikan akses pengetahuan dan keterampilan yang tepat. Dalam jangka panjang, inovasi briket biomassa ini diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi lokal.
Melalui kegiatan ini, Anugrah Febriantri Utami tidak hanya menyalurkan pengetahuan akademik kepada masyarakat, tetapi juga berperan sebagai penghubung dalam mendorong perubahan menuju desa yang lebih mandiri, sehat, dan berwawasan lingkungan.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan briket ini menjadi wujud nyata semangat kerja sama dan pemberdayaan masyarakat yang memberikan dampak langsung bagi kehidupan warga Desa Teppo. (An/Dso).

















